kata si teman rapat aku dulu, 'andai' itu perkataan 'syaitan'. andai itu umpama tidak meredhai qada' dan qadarnya. benar juga. tapi susah untuk tidak membeza-beza. kadang-kadang jadi terlupa.
aku pernah terfikir, andai satu hari Dia menarik balik salah satu nikmat yang dipinjamkan, aku akan redha. itu ketentuan-Nya. andai satu hari kakiku tidak mampu berjalan lagi. aku redha. andai mulutku tidak upaya menutur kata lagi. aku redha. anda telinga tidak dapat mendengar lagi. aku juga redha. andai mata tidak dapat melihat. ya, aku akan redha.
sekarang, berfikir mungkinnya salah satu nikmat itu hilang dari si anak kecil yang baru benar melihat dunia, aku jadi bingung. mencari redha yang entah ke mana.
ringankanlah ujianMu kepadanya Ya Allah. atau aku saja gantinya?
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.